SECURITY: PERTAHANAN/KEAMANAN DI INDONESIA


Security, adalah kata dalam bahasa Inggris yang kalau dibahasa Indonesia berarti “keamanan”. Setelah pemisahan antara TNI-Polri, konsep pertahanan dan keamanan benar-benar dipisahkan secara jelas sesuai dengan Tap MPR no VI dan VII th 2000. Masalah “pertahanan” diatur dalam UU no 3 th 2002 tentang “pertahanan negara”, sedangkan “keamanan” merupakan tugas Polri sesuai dengan UU no 2 th 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

Kata “security” sendiri mempunyai arti yang lebih luas dibandingkan “pertahanan” itu sendiri. Sesuai dengan kamus Oxford, security is conditioned of being protected from or not exposed to danger. Yang berarti pengurangan atau penghilangan bahaya atau ancaman. Mengapa security tersebut penting? Ada beberapa alasan dikatakan security memiliki sesuatu yang dianggap penting, antara lain:

1.    Sebagai pedoman apa yang harus dilakukan oleh seseorang. Contohnya adalah Orang tua terhadap anaknya, mereka selalu memberitahu kepada anak-anak mereka apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, seperti menyuruh anaknya untuk tidak menyeberang jalan karena banyak truk dan kendaraan. Hal ini untuk melindungi mereka dari ancaman-ancaman yang ada.

2.    Tanggung jawab utama dari Negara. Hal ini berarti bahwa tanpa adanya “security” maka tidak aka nada yang bisa dilakukan secara berhasil. Negara terdiri dari wilayah, minimal ada 5 faktor suatu wilayah dikatakan negara, antara lain: wilayah, orang/warga negara, pemerintah, kedaulatan dan pengakuan. Wilayah negara sesuai dengan UNCLOS digunakan untuk menentukan batas laut harus dilindungi oleh negara. Pengakuan negara lain merupakan hal yang penting untuk disebut sebagai negara, contoh Kosovo-Eropa dan negara Barat mengakuinya sebagai negara, namun Rusia dan Serbia tidak. Pengakuan negara lain ini dilaksanakan dengan menjadi anggota PBB. Dalam negara, militer merupakan intitusi utama yang bertanggung jawab dalam masalah “security”.

3.    Kurangnya kondisi security bisa mengakibatkan kehancuran bagi negara. Sebagai contoh Jerman 1930 dibawah pemerintahan Hitler, berusaha menguasai negara lain yang kurang masalah security. Demikian juga Afganistan dan Irak, yang dikuasai oleh negara lain.

4.    Mempengaruhi pandangan dari suatu negara. Isu security dapat berubah pada cara pandang suatu negara, sebagai contoh sebelum peristiwa 11 September 2001 apabila kita bertanya kepada warga Amerika tentang teroris internasional, maka mereka tidak akan terlalu peduli. Namun setelah peristiwa 9-11 mereka akan lebih peduli pada masalah teroris internasional. Contoh yang lain adalah di Aceh, sebelum peristiwa tsunami, masalah yang diperhatikan pemerintah adalah GAM, namun setelah peristiwa tsb merubah pandangan negara untuk lebih mengurusi masalah tsunami.

Ada beberapa cara pandang tentang “security” dalam kajian tentang keamanan.

1.    Traditional view (pandangan tradisional). Paham ini memandang bahwa pusat kajian tentang security adalah masalah militer. Level analisa hanya pada tingkat negara yang terpusat pada kekuatan militer. Konsep ini lebih sempit hanya memandang masalah militer saja. Selama perang dingin merupakan contoh utama dalam hal ini, isu keamanan yang berkembang hanya kekuatan militer saja. Menurut James Wirtz, pada saat perang dingin isu security yang dibahas adalah perang, damai, nuklir dan krisis manajemen, diplomasi, kekuatan militer dan aliansi politik.

2.    Non traditional view. Pandangan ini melibatkan level yang berada diatas dan bawah dari negara. Level diatas negara antara lain regional dan global level, sedangkan level dibawah negara adalah community/grup, individual/human level. Pembahasan masalah security tidak hanya “negara” saja namun juga semua level tersebut. Konsepnya lebih lebar, dimana melibatkan masalah lingkungan, manajemen sumber daya, energy, perpindahan penduduk, penyakit, terorisme, kejahatan criminal dan ekonomi menjadi hal baru dalam konsep “security”.

Bagaimana dengan negara Indonesia? Pada waktu sebelum reformasi, kita masih menggunakan tradisional iew tentang “security”, pada saat itu masalah keamanan masih dipusatkan pada militer. Berbicara tentang negara berarti berbicara masalah militer, terlebih lagi pada saat itu polisi masih dibawah ABRI. Semua studi tentang keamanan hanya terfokus pada militer saja. Seiring dengan reformasi, terjadi pergeseran pandangan tentang “security”. Masalah “security” tidak hanya menjadi domain militer saja namun sudah mulai meluas. Hanya memang belum demikian luasnya seperti menurut Barry Buzan, tentang security sector: politik, ekonomi, social, militer dan lingkungan. Saat ini Indonesia baru pada sector militer dan social saja. Military sector memang sudah dilakukan sejak jaman sebelum reformasi, sedangkan social sector dilakukan melalui penegakan hukum oleh Polri. Keamanan sector politik, ekonomi dan lingkungan belum dilaksanakan secara nyata di negara kita. Sebagai contoh masih banyak terjadi konflik kepentingan antara partai-partai politik dengan pemerintah dikaitkan dengan tokoh politik yang terlibat di dalamnya. Dalam hal ekonomi, belum ada ketahanan/keamanan masalah ekonomi dikaitkan dengan kondisi global yang berkembang serta masalah lingkungan, belum ada kepedulian tentang keamanan lingkungan termasuk laut, air dan udara serta tanah tempat hidup warga negara.

Semua masalah security tersebut, seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah dengan didukung oleh seluruh masyarakat dan warga negaranya. Akan lebih baik jika masalah security dibahas secara komprehensif dan terintegrasi dalam satu pokok bahasan sehingga pada saat implementasinya tidak akan berbenturan dilapangan, karena tanggung jawab setiap sector tidak hanya domain militer saja, tetapi setiap institusi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kebijakan masalah keamanan telah dirumuskan dan dikeluarkan sesuai Perpres no 7 th 2008. Sekarang tinggal kita lihat bagaimana pelaksanaan Perpres tersebut sesuai dengan tugas dan tanggung jawab tiap-tiap lembaga.

About sundoroagung

nothing
This entry was posted in Thinking and idea. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s