Crew Pertama (All Indonesian Crew) Menerbangkan Mi-17 di Indonesia


Tanggal 6 Agustus 2008, merupakan hari yang sangat mengesankan bagi kami…Pada hari itu dilangsungkan serah terima helikopter dari Rusia jenis Mi-17 V5 dari pihak Rusia kepada pihak Indonesia. Upacara dilaksanakan di Appron Base Ops TNI yang terletak di Juanda. Sesuai dengan protokoler acara, maka setelah serah terima akan diadakan demo flight helikopter Mi-17 V5 yang diakhiri dengan taxi dan shut down engine di Appron Base ops.

     Keseluruhan crew Mi-17 yang ada pada saat itu terdiri dari 6 pilot dan 4 flight engineer. 10 orang ini ditugaskan untuk mengawaki 6 unit helikopter yang akan diserahterimakan. Karena ada acara demo flight,maka ditunjuklah 3 orang crew yang mengawaki heli untuk demo tersebut. Ini merupakan pengalaman yang sangat mengesankan, karena crew inilah crew Indonesia pertama menerbangkan helikopte Mi-17 V5 di wilayah Indonesia. Memang sebelum diserahterimakan, pada saat acceptance ataupun test flight kita sudah menerbangkan heli ini di Juanda, namun saat itu masih didampingi oleh Pilot serta Flight Engineer dari Rusia.

     Pada malam hari sebelum hari H, kami dibagi tugas sesuai dengan pelaksanaan protokoler acara serah terima heli. Yang mendapatkan kehormatan menerbangkan heli adalah Kapten Rony, saya dan flight engineer Lettu Rahmat. Sedangkan crew yang lain bertugas di helikopter yang diparkir di Appron Base Ops guna menjelaskan spesifikasi dan kerakteristik heli apabila ada pertanyaan dari pejabat terkait maupun wartawan, dengan kata lain mereka ikut serta di dalam acara serah terima.

     Pagi hari tanggal 6 Agustus 2008, kami bertiga telah siap di helikopter dengan no registrasi HA-5138. Perasaan kami masih campur aduk, karena tugas ini tergolong berat juga. Ibaratnya kita mau terbang solo (Solo Flight). Tanpa didampingi satu orangpun crew dari Rusia, flight engineer melaksanakan preflight check. Membuka cowling engine serta mengecheck system yang ada sesuai dengan check list yang ada. Bila sebelum-sebelumnya selalu didampingi Flight engineer dan Tehnisi dari Rusia,maka pada kali ini dikerjakan sendirian oleh Lettu Rahmat. Saya pun selaku penerbang dan bagian dari crew ini harus membantu FE, karena memang tidak ada orang lain, cuma kami bertiga. Helikopter yang sedemikian besar harus kami periksa semuanya, dan kelihatan sekali sangat repot bila dilakukan sendirian. Saya ikut membantu menutup cowling engine serta membuka cover lainnya. Pada saat akan menutup cowling engine APU, ternyata kunci tutupnya tidak bisa bekerja. Flight Engineer sudah berusaha menutup kuncinya,namun tidak pernah bisa. “Gawat juga nih..”, pikir saya,”Jangan sampai cowlingnya lepas pada saat kita terbang.”Setelah beberapa lama akhirnya kita putuskan memanggil salah satu tehnisi dari Rusia yang saat itu berada di tempat acara. Oleh tehnisi rusia, lock-nya dilepas dan disampaikan bahwa hal itu tidak apa-apa karena masih ada kunci pengaman lainnya untuk cowling itu, akhirnya kamipun agak lega.

     Pada saat acara sudah dimulai, kami siap-siap dihelikopter untuk melaksanakan start engine. Proses start engine berlangsung agak lama, karena kami harus benar-benar correct. Check list kami baca dengan teliti dan dilaksanakan secara benar. Dan Alhamdulilah proses start dapat berjalan dengan aman dan lancar. Dilanjutkan dengan taxi menuju main runway. Di dalam helikopter cuma ada kami bertiga, pada saat mulai berjalan inilah perasaan saya sangat bangga karena kamilah crew Indonesia lengkap yang menerbangkan pesawat Mi-17 V5 yang pertama kali di wilayah Indonesia. Pada waktu itu kapten Rony yang memegang kontrol heli dan saya melaksanakan komunikasi dengan Tower (ATC) sambil memonitor instrumen dibantu oleh Flight Engineer. Dengan pelan kami taxi menuju main runway, kemudian line up dan persiapan untuk terbang. Setelah ada clearance dari Tower, dengan pelan-pelan kami hover…Goyang-goyang itu wajar, karena kami baru 15 Jam Terbang namun kami sudah mampu mengendalikan heli dengan tenang. Dilanjutkan take off serta terbang circuit pattern dan diakhiri dengan approach di main runway. Setelah landing kami taxi menuju Appron Base Ops, disitu kami lihat dari cockpit sudah banyak wartawan serta tamu undangan dan pejabat-pejabat melihat manuver kami. Setelah sampai di Appron Base Ops, kami shut down engine dan turun untuk melaksanakan post flight.

      Pengalaman itu merupakan pengalaman yang tidak terlupakan, kami adalah crew pertama Indonesia yang menerbangkan helikopter Mi-17 V5 di wilayah Indonesia. Perasaan seperti mau terbang Solo akhirnya hilang dan berganti dengan rasa bangga serta semangat untuk lebih baik lagi guna mengoperasionalkan helikopter Mi-17 V5 yang merupakan aset bangsa dan negara demi tegaknya kedaulatan negara kita tercinta ini.

About sundoroagung

nothing
This entry was posted in Pengalaman. Bookmark the permalink.

3 Responses to Crew Pertama (All Indonesian Crew) Menerbangkan Mi-17 di Indonesia

  1. bambang wahyudiono says:

    bravo kalau soal ini, prajurit kita memang boleh di acungin jempol deh, kapan kita di undang ke base camp-nya gitu loh siapa tahu kita dapat kesempatan ikut joy-flight dg MI -17 V5 atau sekalian dengan MI-35 , he….he….he.
    Sekali lagi bravo Wira Amur.!!!!

  2. muhammad iqbal says:

    wira amur…selamat malam,,setelah melihat blog nya bang agung saya tertarik..dengan cerita cerita,dan pengalaman first flight with mi 17..semoga penerbad.semakin handal dalam profesionalismenya sebagai..pengawal NkRI..
    wira amur
    -crew cabin bell 205-

  3. prima says:

    wah,,,baru nemu blognya pak,

    makasih atas sambutannya kemarin

    semoga bisa berjumpa di lain waktu

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s