Mi-17 V5 Dalam Manuver Free Fall


Helikopter Mi-17 V5 merupakan helikopter jenis angkut yang terbesar pertama yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dengan kemampuan membawa beban sampai dengan 4 ton, helikopter ini sangat cocok dipakai sebagai helikopter angkutan udara meskipun dapat juga dipakai sebagai heli serang dengan persenjataan lengkap. Untuk data tehnis secara detail silakan dilihat pada About Helicopter Mi-17 V5. Sebagai helikopter yang tergolong baru baik bagi pengguna maupun operator pelaksana, maka setiap manuver akan memberikan kesan yang pertama. Dibawah ini sedikit saya ceritakan tentang helikopter Mi-17 V5 yang digunakan untuk mengangkut pasukan/personel free fall (terjun bebas).

Persiapan mengangkut personel free fall harus dilaksanakan dengan matang. Mulai dari perencanaan kegiatan sampai dengan pengakhiran. Perencanaan kegiatan dilaksanakan dengan menghitung beban serta CG (center of gravity) dari helikopter. Secara tehnis, semua hitung-hitungan sudah tercantum dalam buku Weight And Balance Manual. Secara garis besar sbb:

Maksimum T/O weight : 13.000 kg

1) Berat kosong : 7.242 kg

2) Peralatan operasional : 200 kg

3) Crew (6) : 480 kg

4) Fuel penuh : 1.962 kg (BJ = 0.775 kg/l)

Total : 9.884 kg

5) Pay load tersedia : 3.116 kg

Dengan asumsi setiap peterjun berat badannya 80 kg + 18 kg payung = 98 kg. Maka jumlah peterjun yang dapat dibawa adalah 31 orang. Penghitungan tersebut untuk ketinggian 0-1000 meter. Diatas ketinggian tsb digunakan tabel maksimum gross weight for take off.

Tehnis loading ke dalam pesawat dilaksanakan di ground baik melalui pintu samping kanan/kiri dan juga belakang (ramp door). Sususan tempat duduk secara garis besar adalah sbb:

pic00131

Demi kenyamanan pada saat terjun maka seat yang berada di tengah dilepas semuanya. Sehingga peterjun yang berada di gate tengah duduk dilantai.

Sesuai dengan cara keluar masuk helikopter, peterjun bisa loncat dari pintu samping maupun belakang. Yang kita laksanakan adalah loncat dari pintu belakang. Setelah semua peterjun didalam heli, ramp door ditutup dan dilanjutkan start engine serta take off. Dengan vertical speed 3-4 m/s kecepatan 120 km/h helikopter mulai naik dengan membentuk pattern. Ketinggian yang diharapkan saat loncat adalah 8000-10.000 feet (2450 – 2750 m). Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian tsb sekitar 15 menit. Jarak sekitar 2 menit dari dropping point, lampu merah kita nyalakan pertanda ramp door dibuka. Kemudian jump master melihat DZ (drop zone) sambil mengarahkan arah helikopter sesuai dengan arah angin. Untuk drop peterjun harus di atas angin. Sebagai crew kita hanya mengarahkan heli sesuai GPS yang ada. Selanjutnya kecepatan helikopter diatur sekitar 150 km/h dan 1 menit sebelum DZ lampu kuning dinyalakan (get ready) persiapan untuk terjun. Peterjun pertama berdiri di kabin paling belakang. Diatas DZ dinyalakan lampu hijau sebagai pertanda untuk loncat. Untuk go-no go loncat perintah dari jump master. Satu persatu peterjun loncat lewat belakang. Saat inilah akan memberikan efek bagi helikopter, karena beban yang dimuat mulai berkurang sesuai dengan peterjun yang loncat. Karena helikopter ini dilengkapi dengan autopilot, maka ketinggian tidak berubah sama sekali dan kontrol heli pun tidak banyak berubah. Pilot tidak terlalu banyak merubah kontrol pesawat. Setelah semua peterjun loncat, maka pilot harus menurunkan helikopter dengan cara menurunkan collective pitch. Disini seorang pilot harus jeli, karena autopilot altitude akan mati pada saat menggerakkan collective. Posisi autopilot sedang menahan pitch sehingga heli tidak naik akibat beban yang berkurang banyak. Oleh karena itu pilot harus meng-trim heli dengan menambah pitch ke depan sehingga altitude autopilot pada posisi level, baru collective diturunkan. Apabila langsung menurunkan collective maka helikopter akan naik secara tiba-tiba karena autopilot altitude masih bekerja menahan ketinggian heli.

skydive

Proses turun bisa dilaksanakan dengan cepat, collective pitch bisa diturunkan hingga minimum (seperti kondisi autorotasi). Sehingga tiba di spot (tempat pemuatan) bisa lebih cepat sekitar 5-10 menit. Hal inilah salah satu keuntungan penerjunan dengan menggunakan helikopter, bisa take off landing dari sebuah lapangan dan tidak memerlukan landasan (runway). Muatan pun bisa banyak yaitu 30 peterjun, bandingkan dengan pesawat casa 212 yang hanya mengangkut 18 orang dan harus take off landing di runway. Turun di tempat pemuatan, bisa langsung dilanjutkan untuk sorti berikutnya tanpa harus cut engine.

About sundoroagung

nothing
This entry was posted in Army Aviation. Bookmark the permalink.

4 Responses to Mi-17 V5 Dalam Manuver Free Fall

  1. Well…some good article..!
    Then…
    Need more about exciting experiences during air – operations..

    Anyway thanks for all articles..

  2. kurnia s says:

    mantap mas…salut…mksh info2nya…boleh…

  3. dr.Mario Binsar says:

    Nice post mas…

    tapi mohon ijin sedikit koreksi; sebelum Mi-17.. Indonesia (TNI-AU) juga pernah mengoperasikan heli yang lebih besar; Mi-6 di era 60-an…

    cheers
    dr.Mario Binsar

  4. agusavion says:

    Good article sir. Could added knowledge for me. Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s