Cara Belajar Efektif


TEHNIK BELAJAR

(pengalaman penulis)

 

            “Aduh…Apa ya? Perasaan semalam saya sudah baca, tapi kok sekarang lupa ya?”, demikianlah kata-kata yang sering kita ucapkan pada saat melaksanakan ujian. Memang ujian sering menjadi momok bagi kita semua, terkadang kita sudah mempersiapkan diri 100% tetapi pada saat ujian hanya bisa mengeluarkannya sebanyak 65% saja. Ada beberapa hal yang perlu kita siapkan sebelum menghadapi ujian. Pada kesempatan ini penulis akan sampaikan apa saja hal yang perlu kita siapkan sebelum menghadapi ujian sesuai dengan pengalaman penulis.

1.        Mental.            Kita harus siapkan mental ujian sebelum menghadapinya. Jangan sampai kita terdadak, misalnya baru sehari sebelumnya menerima khabar bahwa besok melaksanakan ujian. Mental ujian kita tergantung kapan kita mengetahui pelaksanaan ujian yang akan kita hadapi, semakin lama jangka waktu menghadapi ujian, maka akan semakin siap mental kita untuk menghadapinya karena kita pasti akan mempersiapkan diri kita jauh-jauh hari sebelumnya. Mental ini akan sangat menentukan kesiapan dan konsentrasi kita sebelum, selama maupun sesudah melaksanakan ujian. Keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri akan sangat dipengaruhi kondisi mental kita.

2.        Materi.            Kita harus mengetahui materi yang akan diujikan. Apabila tidak ada pemberitahuan tentang materi ujian ini, maka kita harus pandai dalam menentukan kira-kira apa yang akan diujikan. Tetapi secara umum apa yang diujikan adalah apa yang diajarkan, sehingga apabila kita memperhatikan guru pada saat menerangkan materi tentu saja kita akan mengetahui bahwa apa yang diajarkan guru pasti itu yang akan diujikan.

 3.       Tehnik belajar. Tehnik belajar akan sangat menentukan hasil ujian kita. Setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Meskipun secara fisik bentuk otak manusia adalah sama, akan tetapi sudah menjadi kodrat manusia bahwa Tuhan mencipatakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada manusia dengan tipe fast learner, ada juga yang slow learner. Kondisi ini melekat pada diri kita. Termasuk daya ingat tiap manusia adalah berbeda-beda. Untuk itu kita harus mengetahui kemampuan diri kita, baik dalam learning sesuatu maupun daya ingat serta daya berpikir kita. Kalau kita sudah tahu daya ingat dan daya pikir kita maka langkah kita selanjutnya adalah menentukan tehnik belajar apa yang paling tepat guna mengatasi kekurangan kita tersebut.

a.        Untuk mengatasi kekurangan daya ingat, maka kita bisa menghapalkan materi. Cara menghapal ada beberapa macam, ada yang memakai tehnik jembatan keledai yaitu membuat singkatan-singkatan untuk setiap point yang kita hapalkan. Contoh untuk militer biasanya ada format perintah operasi (PO) dan sering disingkat KETUPAK (Keadaan, Tugas, Pelaksanaan, Administrasi, Komando dan perhubungan). Untuk menghapalkan Pancasila misalnya dengan K2PK2 (Ketuhanan…, Kemanusiaan…, Persatuan…, Kerakyatan…, Keadilan…). Cara menghapal ini merupakan tehnik menghapal yang paling mudah bagi setiap orang. Ada juga tehnik menghapal dengan cara membaca berulang-ulang. Meskipun tidak 100% sam persis dengan teks namun point-point dapat diingat karena dibaca secara berulang-ulang. Bila daya ingat seseorang kurang maka diperlukan membaca yang lebih banyak sampai benar-benar memahami isi dari yang kita baca. Cara yang ketiga adalah membuat ringkasan dari materi. Ringkasan berupa poin-poin materi dan poin-poin inilah yang dihapalkan. Cara yang keempat adalah gabungan dari cara-cara diatas. Kita buat catatn kecil dari materi (poin-poin) kemudian kit abaca berulang-ulang serta kita buat jembatan keledainya dari poin-poin yang telah kita buat tersebut.

b.        Untuk mengatasi kekurangan kita dalam daya pikir, maka perlu frekuensi membaca yang lebih dengan titik berat pada pemahaman materi yang kita baca. Pada saat penyampaian materi oleh guru, kita harus banyak bertanya agar penguasaan materi menjadi lebih dalam. Dengan aktif dalam proses belajar mengajar ini maka akan semakin dalam materi yang kita pahami. Selain itu perlu juga kita baca materi lain atau referensi lain yang mendukung materi pelajaran, sehingga pengetahuan dan pemahaman materi menjadi lebih dalam. Pada saat ujian semua yang kita ingat pada saat membaca inilah kita tuangkan dalam bentuk tulisan jawaban persoalan.

4.        Sarana dan Prasarana ujian. Sarana ujian jangan sampai kita lupakan untuk menghadapi ujian. Contoh alat tulis dan sarana pendukung lainnya. Jangan sampai pada saat melaksanakan ujian kita pinjam sana pinjam sini alat tulis. Hal ini bisa memecahkan konsentrasi kita serta dapat mengganggu konsentrasi teman-teman disekitar kita. Kita harus mempersiapkan perlengkapan ujian dengan sebaik-baiknya.

 

Demikianlah beberapa tehnik belajar dalam menghadapi ujian, hal yang penting adalah kita mengetahui kemampuan dan kekurangan diri kita, sehingga kita akan dapat menentukan tehnik belajar yang cocok bagi diri kita. Yang tidak kalah penting adalah tawakal kepada Alloh. Berserah diri dan memohon petunjuk Yang Maha Kuasa agar diberikan kemudahan dalam melaksanakan ujian. Selamat belajar!!!

About sundoroagung

nothing
This entry was posted in Thinking and idea. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s